Semakin berkembangnya zaman, masyarakat semakin menyadari bahwa pengasuhan anak tidak bisa dititikberatkan pada ibu saja. Ayah, sebagai orang tua, juga mempunyai peranan yang sama pentingnya dengan ibu dalam hal pengasuhan dan perkembangan anak. Pada anak usia dini, pengasuhan yang dilakukan kedua orang tua merupakan faktor yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan anak ke depannya (Hardiningrum dkk., 2024).
Mengapa ayah harus terlibat dalam pengasuhan anak?
- Anak menjadi lebih komunikatif. Ayah yang sering terlibat dalam pengasuhan anak membuat anak memiliki kosakata yang lebih bervariasi, hal ini terjadi karena pembicaraan yang dilakukan ayah lebih ke arah pertanyaan sehingga anak dapat belajar dan mengeksplorasi kosakata yang diketahui.
- Mudah mengontrol emosi. Anak yang kesulitan dalam mengontrol emosi dapat menimbulkan perilaku yang tidak menyenangkan seperti melempar mainan, tidak sabar, marah ketika keinginannya tidak terpenuhi, hingga menangis dan menyakiti orang di sekitarnya. Ayah yang terlibat dalam pengasuhan anak dengan memberikan rasa sayang dan perhatian akan menumbuhkan sifat positif dalam diri anak sehingga anak akan memiliki pengendalian emosi yang baik.
- Mudah beradaptasi di lingkungan baru. Berbeda dengan ibu yang terkadang merasa takut dan cemas ketika anak mulai aktif dalam bergerak sehingga melarang anak untuk melakukan ini dan itu, ayah biasanya membiarkan anak untuk bereksplorasi di dunianya sambil tetap menjaga anak agar tidak melewati batas dan melakukan sesuatu yang menyakiti dirinya.
- Meningkatkan perilaku prososial anak. Perilaku prososial dapat terjadi ketika anak sudah memahami bahwa perasaan dan pengalaman orang berbeda satu sama lain. Perilaku prososial perlu diajarkan pada anak sedini mungkin agar anak dapat berhubungan baik dengan orang lain sekaligus mengembangkan rasa empatinya. Misalnya anak diajarkan untuk saling berbagi, menolong, bertoleransi, dan memiliki sopan santun.
Apa yang bisa dilakukan ayah dalam pengasuhan anak?
- Meluangkan waktu bersama anak. Meluangkan waktu di sini bukan berarti ayah hanya mengawasi anak bermain dan sibuk dengan kegiatannya, tetapi ayah juga terlibat dalam kegiatan yang dilakukan anak. Misalnya, ayah mengajak anak jalan-jalan ke taman sambil mengajari warna-warna yang ada, ayah mendengarkan anak bercerita sambil sesekali menanggapi dengan memberi pertanyaan, lalu ayah juga bisa
- Menunjukkan rasa kasih sayang. Rasa kasih sayang ini bisa ditunjukkan dengan ayah yang mengapresiasi anak ketika anak berhasil ataupun berusaha dalam melakukan sesuatu sekecil apapun usaha itu, ayah juga bisa memeluk anak ketika bermain atau saat anak merasa sedih, ayah juga bisa menunjukkannya dengan bersikap peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh anak.
- Menjadi contoh yang baik. Anak adalah peniru yang handal. Sebagai orang tua yang sering berinteraksi dengan anak, ayah harus selalu memberi contoh yang baik kepada anak, misalnya seperti membuang sampah pada tempatnya, sikap makan dan minum yang benar, cara meminta tolong, dan hal-hal baik lainnya.
- Jangan takut untuk menegur anak. Anak terkadang masih kesulitan dalam mengatur emosinya dan mengetahui mana yang benar dan salah. Karena itu, ayah dapat menegur anak ketika anak melakukan kesalahan dan tidak membenarkan tindakannya. Namun, teguran itu juga harus dilengkapi dengan alasan mengapa tindakan itu salah agar anak paham mengapa hal itu tidak boleh dilakukan. Karena jika tidak, anak hanya akan merasa takut kena marah orang tua ketika melakukan hal itu sehingga anak dapat mengulangi tindakan tersebut selama tidak diawasi oleh orang tuanya.
Daftar Pustaka :
- Hardiningrum, A., Shari, D., Rihlah, J., & Rulyansah, A. (2024). Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini. Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5(2), 410-423.
- https://dp3a.semarangkota.go.id/blog/post/peran-ayah-dalam-pengasuhan-anak