Orang tua pasti sudah tidak asing mendengar obrolan maupun cerita anak, apalagi saat anak sedang berada di usia sekolah dasar. Baik cerita itu dalam bentuk pertanyaan yang memaksa orang tua memutar otak untuk menjawab, bercerita tentang kejadian di sekolah yang membuat orang tua menggelengkan kepala, atau menceritakan imajinasinya setelah menonton film atau membaca buku cerita.
Sama seperti orang dewasa, anak pun akan merasa senang apabila apa yang diungkapkan didengar dan disimak dengan saksama. Namun terkadang, orang tua abai dengan cerita anak karena merasa kelelahan setelah seharian bekerja, terlalu malas menanggapi, atau beranggapan bahwa cerita anak hanya omong kosong dan tidak penting untuk didengarkan. Padahal, mendengarkan anak yang berbicara dengan penuh perhatian memiliki banyak manfaat untuk perkembangan anak ke depannya, seperti :
- Lebih baik dalam mengingat sesuatu. Ketika bercerita, anak mengingat kembali informasi yang sudah diperoleh sebelumnya, baik itu fakta yang kemudian timbul menjadi pertanyaan, ataupun menceritakan ulang kisah yang telah dilihat. Anak kemudian mengasosiasikan pertanyaan itu dengan jawaban dan reaksi dari orang tua yang semakin memudahkannya untuk mengingat informasi tersebut.
- Meningkatkan rasa harga diri. Anak yang selalu didengar ketika bercerita akan merasa dihargai dan dihormati oleh orang lain, terlepas dari apa yang dikatakannya sehingga rasa harga diri meningkat dan juga berefek pada kepercayaan dirinya.
- Melatih keterampilan berkomunikasi. Komunikasi anak dapat meningkat apabila terjalin komunikasi dua arah antara anak dan orang tua. Orang tua mendengarkan dengan perhatian apa yang dikatakan anak dan menanggapinya dengan pertanyaan atau reaksi.
- Meningkatkan hubungan emosional dengan orang tua. Mendengarkan cerita anak juga meningkatkan intensitas interaksi antara orang tua dan anak. Waktu yang dihabiskan bersama juga lebih banyak, dampaknya anak merasakan adanya ikatan yang emosional dengan orang tua.
- Berfungsi dengan baik di lingkungan social. Anak yang terbiasa didengar dapat berfungsi dengan baik di lingkungan social. Hal ini karena anak merasa bahwa pendapatnya juga tidak kalah penting dengan orang lain, sehingga rasa kepercayaan diri pun meningkat dan berani untuk mengeksplorasi diri pada lingkungannya.
Mendengarkan terlihat seperti hal yang sederhana. Namun, masih banyak orang tua yang mengabaikan kegiatan ini karena merasa tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada kehidupan anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk dapat meluangkan waktunya ketika anak bercerita dengan mendengarnya dan menyimak apa yang dibicarakan anak, serta menanggapinya dengan serius dan penuh perhatian agar anak merasa dihargai dan dihormati.