Mindful parenting mengajarkan orang tua untuk dapat mengasuh anak dengan penuh kesadaran. Apa yang dimaksud dengan penuh kesadaran adalah orang tua hadir sepenuhnya dalam momen bersama anak, menerima emosi anak tanpa menghakimi apakah itu baik atau buruk, dan merespons emosi itu dengan empati bukan reaksi impulsif. Salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian adalah pengaturan diri di mana orang tua mampu mengelola respon emosi diri sendiri.
Pengaturan diri menjadi salah satu aspek yang menentukan keberhasilan pengasuhan. Orang tua yang baik dalam mengatur emosi akan menciptakan suasana rumah yang hangat dan nyaman. Kondisi ini berdampak anak tidak takut untuk berekspresi dan tidak canggung dalam berinteraksi. Orang tua sebagai tempat di mana anak pertama kali belajar menjadi panutan anak dalam berperilaku. Apabila orang tua terbiasa menunjukkan pengelolaan emosi yang baik, kecerdasan emosional anak pun juga dapat terbangun.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk meningkatkan pengaturan diri, seperti :
- Menyadari keadaan emosi diri. Dalam mengasuh anak, terkadang orang tua menempatkan posisi anak di atas dirinya sendiri sampai mengabaikan keadaan emosionalnya. Ketika orang tua merasa lelah, stress, ataupun kesal, perasaan itu ditumpuk dan diabaikan sehingga tertimbun di dalam pikiran. Jika sudah lama tertimbun, suatu saat orang tua tidak dapat lagi menahannya dan meledak di depan anak. Oleh karena itu, orang tua harus menyadari tentang keadaan emosinya dengan menerima dan mengakui bahwa dirinya sedang kondisi tidak baik maupun marah.
- Mengurangi perilaku impulsive. Ketika menerima perilaku yang kurang menyenangkan dari anak, orang tua kadang secara spontan berteriak memarahi atau memukul anak. Perilaku impulsif ini harus dikurangi karena dapat membuat anak merasa tidak aman secara emosional dan bingung dalam bertindak. Anak kesulitan memahami konsekuensi dari perilakunya sehingga membuat anak kesulitan dalam berinteraksi di lingkungan sosial. Sebaiknya, ketika anak berperilaku yang kurang menyenangkan, orang tua dapat memberi waktu sejenak untuk menenangkan diri.
- Fokus pada saat ini. Dalam hal ini yang dimaksud adalah orang tua tidak membawa beban masa lalu atau kekhawatiran masa depan pada masa sekarang. Misal, sebelumnya anak pernah lupa mengerjakan tugas karena keasikan bermain. Ketika anak lupa mengerjakan tugas lagi, orang tua sebaiknya bertanya mengapa anak dapat lupa dan tidak selalu berpikiran bahwa penyebab anak melupakan tugasnya adalah karena keasikan bermain. Selain itu, ketika sedang menghabiskan waktu bersama anak, orang tua sebaiknya memberikan perhatian penuh kepada anak.
- Berempati berarti menempatkan diri pada posisi anak agar memahami bagaimana anak memaknai emosinya. Orang tua perlu menyadari bahwa anak juga sedang berada pada tahap belajar dalam mengelola emosinya sehingga perlu memberi dukungan yang cukup untuk anak.
Pengaturan diri menjadi kunci untuk menjalin hubungan yang aman antara orang tua dan anak. Orang tua yang kesulitan dalam mengelola emosi, membuat anak juga mengalami kesulitan dalam mengenali emosi. Dengan belajar bagaimana mengelola emosi, mengasuh anak dengan penuh kesadaran, serta hadir sepenuhnya ketika bersama anak diharapkan anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi maksimalnya.